“Seandainya aku nggak dapat beasiswa YBO, mungkin aku masih belum nginjakkan kaki di Pulau Jawa dan ga akan kenal dan juga punya teman dari Sabang sampai Merauke”
Itulah kalimat pertama yang muncul dalam benakku saaat pertama kali nginjakkan kaki di Salatiga (tempat pelatihan yang diadakan oleh YBO “Yayasan Beasiswa Oikumene”) dan bertemu dengan teman-teman sesama penerima beasiswa yang berasal dari berbagai penjuru nusantara. Memang terkesan sederhana, namun mengandung makna yang cukup dalam karena dari sinilah semua kenangan, petualangan, persahabatan dan penyerapan ilmu diawali.
Sebetulnya, bukan suatu kebetulan bila rasa kebersamaan itu sudah tumbuh sejak awal berjumpa dengan teman-teman sesama penerima beasiswa YBO, karena secara logika, kita pasti memikirkan bagaimana mungkin orang yang berasal dari latar belakang, daerah, lingkungan yang berbeda serta memiliki bahasa daerah dan bidang pendidikan yang berbeda sanggup akrab dan kompak hanya dalam waktu sekejap saat pertama kali berjumpa. Namun, karena ikatan darah dan tali persaudaraan yang kental yang tercipta dari wadah YBO sehingga hal ini bisa terjalin. Tanpa kita sadari, kita telah menciptakan sebuah relasi yang telah dapat menembus batas, ruang dan waktu. Kita telah bisa menembus batas daerah Papua, Sulawesi, Kalimantan, Jawa-Bali, Nusa Tenggara dan Sumatera hanya dengan jalinan komunikasi yang intensif.
Semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang menekankan “Keragaman yang menyatukan”, terbukti ampuh dalam menjalin ikatan kebersamaan antara para peserta. Luar biasa……!!! Dalam waktu sekejap kita telah dapat memiliki teman dari seantero nusantara. Ini merupakan keuntungan tersendiri bagi para peserta pelatihan ini, karena dengan sendirinya kita dapat sharing informasi, saling membantu dan mendukung (terutama bagi yang berjiwa petualang seperti saya karena dapat travelling ke berbagai daerah dengan memberitahukan teman yang tinggal di daerah yang akan dikunjungi sehingga dia dapat membantu meng-arrange perjalanan selama di sana). Memang ini terkesan seperti azas manfaat, hanya saja kita harus bisa mengambil sisi positifnya, karena dengan kekuatan jejaring kita dapat saling mendukung, membantu dan bekerja sama.