<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Gheajava's Weblog</title>
	<atom:link href="http://gheajava.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gheajava.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Nov 2010 13:58:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='gheajava.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/b1681780266bd80af46ae33f5c6272c7?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Gheajava's Weblog</title>
		<link>http://gheajava.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://gheajava.wordpress.com/osd.xml" title="Gheajava&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://gheajava.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Selingkuhan Baruku Si “Wim” Membuatku Tambah Kuat, Sehat dan Hemat</title>
		<link>http://gheajava.wordpress.com/2010/11/08/selingkuhan-baruku-si-%e2%80%9cwim%e2%80%9d-membuatku-tambah-kuat-sehat-dan-hemat/</link>
		<comments>http://gheajava.wordpress.com/2010/11/08/selingkuhan-baruku-si-%e2%80%9cwim%e2%80%9d-membuatku-tambah-kuat-sehat-dan-hemat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Nov 2010 13:58:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yafaowoloo Gea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[Hobby]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Perut Buncit]]></category>
		<category><![CDATA[Tukar Pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[Olah raga]]></category>
		<category><![CDATA[Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kuat]]></category>
		<category><![CDATA[Hemat]]></category>
		<category><![CDATA[Wim Cycle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gheajava.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Kata orang selingkuh itu memang indah, itu sebabnya banyak orang yang berlomba-lomba ingin selingkuh. Baik yang masih pacaran maupun yang sudah menikah seakan tidak pernah bosannya untuk mencicipi nikmat perselingkuhan yang tiada tara itu. Ada yang pasang satu, dua, bahkan tiga selingkuhan tergantung pada kemampuan dan kemauan si peselingkuh. Berawal dari kejenuhanku akan gonta-ganti pasangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gheajava.wordpress.com&amp;blog=4421683&amp;post=88&amp;subd=gheajava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/11/images11.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-89" title="images11" src="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/11/images11.jpeg?w=204&#038;h=182" alt="" width="204" height="182" /></a>Kata orang selingkuh itu memang indah, itu sebabnya banyak orang yang  berlomba-lomba ingin selingkuh. Baik yang masih pacaran maupun yang  sudah menikah seakan tidak pernah bosannya untuk mencicipi nikmat  perselingkuhan yang tiada tara itu. Ada yang pasang satu, dua, bahkan  tiga selingkuhan tergantung pada kemampuan dan kemauan si peselingkuh.</p>
<p><a href="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/11/canvas3.png"><img class="alignright size-full wp-image-90" title="canvas3" src="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/11/canvas3.png?w=190&#038;h=139" alt="" width="190" height="139" /></a>Berawal dari kejenuhanku akan gonta-ganti pasangan dengan si Re yang  berbodi semok dan aduhai dibalik balutan kostum birunya ataupun si Be  yang enak diajak jalan dan tidak boros. Beberapa kali kucoba untuk  gonta-ganti pasangan antara lain dengan si Vi, Me, Sa, Ki, Mi, Va, Su  dan Kha. Namun yang paling berkesan diantara pasangan yang pernah  bersama denganku adalah dengan si RE Karena dia telah bersamaku selama  satu setengah tahun lebih dengan kenangan manis melewati indahnya  kebersamaan dalam dinginnya malam, teriknya mentari ataupun di bawah  guyuran hujan deras. Si Re terpaksa kurelakan bersama dengan yang lain  setelah jarak yang cukup jauh memisahkan kami yang tidak memungkinkan  lagi untuk bersama dan ternyata ada orang lain yang naksir si Re  sehingga dia harus kurelakan walaupun dengan berat hati.</p>
<p><a href="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/11/567.png"><img class="alignleft size-full wp-image-91" title="567" src="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/11/567.png?w=202&#038;h=136" alt="" width="202" height="136" /></a>Setelah sekian lama dalam kesendirian, juga akibat dari ukuran lingkar  perutku yang semakin membesar yang membentuk <em>one pack </em>sehingga  hampir semua celanaku tidak muat lagi dan untuk beli celana baru  dibutuhkan biaya ekstra, apalagi <em>income</em> sudah mulai berkurang  sehubungan pekerjaan yang sekarang ini menuntut untuk harus memperketat  anggaran. Sehingga aku memutuskan untuk mencari selingkuhan baru yang  bisa membantu mengurangi lingkar perut, menambah kebugaran dan tentunya  menunjang program hematku.</p>
<p>Akhirnya aku memutuskan mencari selingkuhan yang lebih langsing dan  tidak memiliki berat badan lebih. Untuk mencari selingkuhan baru ini  tidaklah mudah, aku harus menyebrang ke pulau seberang menerjang badai  dan hujan deras. Untung saja aku punya misi tambahan yang menunjang  pencarian selingkuhan baru ini sehingga badai dan hujan ini tidaklah  begitu terasa.</p>
<p><a href="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/11/03112010008-300x225.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-92" title="03112010008-300x225" src="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/11/03112010008-300x225.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Setelah berjuang hampir seharian, akhirnya kutemukan si selingkuhan  baruku. Pertama sekali aku memandangnya, aku langsung jatuh cinta.  Mungkinkah ini yang disebut dengan <em>Love at the first sight. </em>Tanpa  berpikir panjang kuajak dia berkenalan, kusentuh, kurengkuh dan kucoba  menaiki dia. Baru kutahu bahwa dia bernama “WIM” Cycle dengan dua cakram  di depan dan belakang, dengan kaki putih depan yang terlihat kokoh  menambah kegagahan penunggangnya. Setelah proses tawar menawar yang alot  dengan si empunya, akhirnya si “WIM’ menjadi milikku dan siap kuboyong  ke kotaku agar nantinya dapat menjadi teman perjalanan yang setia  menemani dan mengisi kekosongan hari-hariku.</p>
<p>Tentunya aku  pasti akan membawanya jalan-jalan keliling kota sekalian menemani  berolahraga mengurangi ukuran lingkar perutku yang <em>one pack</em> sehingga nantinya aku dapat semakin bugar dan kuat serta celana-celana  yang dulu kumuseumkan dapat terpakai kembali. Aku yakin bahwa program  penghematan akan berjalan lancar karena si “WIM” tidak perlu minum  bensin dan tidak memerlukan pakaian yang mahal-mahal. Terimakasih “WIM”  telah bersedia untuk menemani hari-hariku dan mendukung program sehat  serta hematku.</p>
<p>Sumber foto: Ilustrasi (google), dokumen pribadi</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gheajava.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gheajava.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gheajava.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gheajava.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gheajava.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gheajava.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gheajava.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gheajava.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gheajava.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gheajava.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gheajava.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gheajava.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gheajava.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gheajava.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gheajava.wordpress.com&amp;blog=4421683&amp;post=88&amp;subd=gheajava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gheajava.wordpress.com/2010/11/08/selingkuhan-baruku-si-%e2%80%9cwim%e2%80%9d-membuatku-tambah-kuat-sehat-dan-hemat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afcea99cacba8baf358dfc9cbeeb2c42?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gheajava</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/11/images11.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">images11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/11/canvas3.png" medium="image">
			<media:title type="html">canvas3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/11/567.png" medium="image">
			<media:title type="html">567</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/11/03112010008-300x225.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">03112010008-300x225</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MASA LALU OH MASA LALU</title>
		<link>http://gheajava.wordpress.com/2010/11/04/masa-lalu-oh-masa-lalu/</link>
		<comments>http://gheajava.wordpress.com/2010/11/04/masa-lalu-oh-masa-lalu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 06:21:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yafaowoloo Gea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[Bangkit dari Keterpurukan]]></category>
		<category><![CDATA[Berdamai dengan masa lalu]]></category>
		<category><![CDATA[Masa depan]]></category>
		<category><![CDATA[Masa Lalu]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[penyesalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gheajava.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Membaca artikel encouragement yang berjudul “The Events of Your Past Will never Change” di inbox email saya pagi ini tentang masa lalu yang takkan pernah berubah yang dikirim dari www.yourvoiceofhope.com yang ditulis oleh Rev. Steve Smith membuat saya tersadar dan diingatkan kembali bahwa segala sesuatu yang pernah terjadi dalam kehidupan masa lampau kita adalah sejarah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gheajava.wordpress.com&amp;blog=4421683&amp;post=80&amp;subd=gheajava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca artikel encouragement yang berjudul “The Events of Your Past Will never Change” di inbox email saya pagi ini tentang masa lalu yang takkan pernah berubah yang dikirim  dari www.yourvoiceofhope.com yang ditulis oleh Rev. Steve Smith membuat saya tersadar dan diingatkan kembali bahwa segala sesuatu yang pernah terjadi dalam kehidupan masa lampau kita adalah sejarah yang takkan pernah bisa berubah dan diubah.  Isi artikel tersebut, apabila diterjemahkan dengan bahasa Inggris saya yang pas-pasan menjadi:  “Masa lalu kita takkan pernah bisa berubah dan diubah. Tak satupun dari kita yang dapat mengubah segala Kejadian di masa lalunya. Apa dan bagaimanapun ianya dulu, semuanya telah terjadi dan telah berlalu. Namun satu hal yang perlu kita camkan adalah bahwa KITA DAPAT BERUBAH.  Segala keputusan, pilihan dan juga hidup yang kita pilih merupakan hak pribadi kita saat ini. Setiap kita memiliki kuasa untuk memilih, mengubah dan merencanakannya. Lupakanlah masa lalu karena ianya pasti takkan pernah terulang. Bentuk dan bangunlah sebuah visi ke dalam hari-hari terbaik kita ke depan!”</p>
<p><a href="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/11/masalalu5.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-81" title="masalalu5" src="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/11/masalalu5.jpg?w=199&#038;h=187" alt="" width="199" height="187" /></a>Artikel di atas menjadi suatu bahan renungan bagi saya pagi ini karena  saya sadar bahwa apapun yang pernah terjadi di masa lampau takkan pernah  kembali. Masing-masing kita pasti mempunyai masa lalu, baik itu yang  menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan, yang manis maupun yang  pahit, yang indah maupun yang buruk sekalipun. Namun saat ini kita  mempunyai kuasa untuk menentukan pilihan akan hidup kita. Kita hidup  bukan untuk masa lalu melainkan hidup untuk hari ini dan esok. Baik  buruknya yang pernah kita alami di masa lalu takkan pernah bisa diubah,  yang ada adalah kita dapat mengubah diri kita menjadi lebih baik dengan  belajar dari masa lalu tersebut.</p>
<p><a href="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/11/masalalu6.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-82" title="masalalu6" src="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/11/masalalu6.jpg?w=221&#038;h=228" alt="" width="221" height="228" /></a>Masa lalu bukanlah untuk ditangisi dan disesali! Orang yang terpuruk dan  hanya menyesali ataupun membanggakan pencapaian di masa lalunya takkan  pernah bisa bangkit dan susah untuk maju. Kita juga tidak dapat  menghakimi orang lain dari masa lalunya. Setiap orang pasti berhak  melakukan kesalahan di masa lalunya karena tidak ada orang yang tidak  berdosa di dunia ini. Setiap orang pasti tidak pernah menginginkan  hal-hal yang buruk terjadi dalam kehidupannya, bahkan seandainya kita  bisa memutar waktu, kita pasti ingin kembali ke masa lalu dan  memperbaiki hal-hal yang salah yang pernah terjadi agar semuanya bisa  lurus dan indah, namun itu adalah suatu hal yang mustahil dilakukan.  Merubah dan memperbaiki hanya dapat dilakukan saat ini dan esok saja.  Apabila kita ingin meninggalkan sejarah yang indah, berarti kita  dituntut untuk harus lebih berhati-hati dan melakukan kebenaran sehingga  tidak akan timbul penyesalan nantinya.</p>
<p><a href="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/11/masalalu7.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-83" title="masalalu7" src="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/11/masalalu7.jpg?w=233&#038;h=159" alt="" width="233" height="159" /></a>Satu hal lagi yang perlu kita ingat bahwa kita tidak boleh  menghakimi, baik diri sendiri maupun orang lain. Janganlah menghakimi  agar kita tidak dihakimi. Setiap orang pasti tidak ingin disudutkan dan  diungkit-ungkit tentang dengan masa lalunya. Menghakimi orang lain sama  halnya kita merasa diri kita benar dan tidak pernah melakukan kesalahan.  Menghakimi orang lain juga berarti kita menghambat orang tersebut untuk  bangkit dan berubah. Sama halnya juga apabila kita menghakimi diri  sendiri atas kesalahan-kesalahan di masa lalu kita, hal tersebut akan  menghalangi kita untuk melihat ke depan dan bangkit dari keterpurukan.</p>
<p>Jadi, keputusan dan pilihan ada di tangan kita! Apakah kita masih  tetap ingin menangisi masa lalu dan tetap tinggal dalam kubangan yang  sama atau ingin melupakan masa lalu dan menjadikannya sebagai pelajaran  dan cambuk untuk bangkit meraih masa depan yang penuh dengan sukacita  dan berkat. Masa depan yang indah tersedia bagi orang yang mau bangkit  dan  memperbaiki diri. Kita lakukan yang terbaik dan serahkanlah kepada  Tuhan untuk melengkapi dan menyempurnakannya.</p>
<p>Terinspirasi dari artikel <em>“The Events of Your Past Will never Change” </em>-nya Rev. Steve Smith, www.yourvoiceofhope.com</p>
<p>Sumber foto: Google search</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gheajava.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gheajava.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gheajava.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gheajava.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gheajava.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gheajava.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gheajava.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gheajava.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gheajava.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gheajava.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gheajava.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gheajava.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gheajava.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gheajava.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gheajava.wordpress.com&amp;blog=4421683&amp;post=80&amp;subd=gheajava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gheajava.wordpress.com/2010/11/04/masa-lalu-oh-masa-lalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afcea99cacba8baf358dfc9cbeeb2c42?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gheajava</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/11/masalalu5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">masalalu5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/11/masalalu6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">masalalu6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/11/masalalu7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">masalalu7</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Om, Burungnya Dikeluarin Dong, Kisah (Burung Omku Sayang, Burung Omku Malang)</title>
		<link>http://gheajava.wordpress.com/2010/10/27/om-burungnya-dikeluarin-dong-kisah-burung-omku-sayang-burung-omku-malang/</link>
		<comments>http://gheajava.wordpress.com/2010/10/27/om-burungnya-dikeluarin-dong-kisah-burung-omku-sayang-burung-omku-malang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Oct 2010 08:26:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yafaowoloo Gea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[Burung]]></category>
		<category><![CDATA[Kontes]]></category>
		<category><![CDATA[Murai Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Sangkar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gheajava.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[BURUNG memang sudah menjadi bagian yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan kita… Burung yang terbang indah dipandang, BURUNG Goreng enak dimakan, hanya FLU BURUNGlah yang tidak enak dan menakutkan. Saking sukanya orang pada BURUNG, Alm. Farid Hardja membawa-bawa BURUNG dalam Lagunya  “INI RINDU”, bahkan temanku ada yang memplesetkan kata BURUNG dalam lagu: “Hidupku seperti burung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gheajava.wordpress.com&amp;blog=4421683&amp;post=72&amp;subd=gheajava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BURUNG memang sudah menjadi bagian yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan kita…</p>
<p>Burung yang terbang indah dipandang, BURUNG Goreng enak dimakan, hanya FLU BURUNGlah yang tidak enak dan menakutkan.</p>
<p>Saking sukanya orang pada BURUNG, Alm. Farid Hardja membawa-bawa  BURUNG dalam Lagunya  “INI RINDU”, bahkan temanku ada yang memplesetkan  kata BURUNG dalam lagu:</p>
<p>“Hidupku seperti burung</p>
<p>Burungku seperti Hidup</p>
<p>Seperti burung hidupku</p>
<p>Seperti Hidup burungku</p>
<p>Burungku merayu-rayu sayang</p>
<p>Burungmu tersipu malu</p>
<p>Burungku terus merayu sayang</p>
<p>Akhirnya burungmu mau…”</p>
<p>Cerita tentang BURUNG si OM ini berawal dari kegemaran Om sebelah  rumahku memelihara BURUNG Murai Batu. Kicauan burung tersebut selalu  menambah semaraknya suasana pagi hari yang seringkali memutuskan alur  mimpi indahku karena suaranya yang berisik… Sekalipun terkadang kicauan  si BURUNG membuat tidurku terganggu, seringkali aku diam-diam  memonyongkan bibir meniru bunyi kicauannya yang sering disambut dengan  kicauan mesra yang lebih indah lagi dari sang BURUNG.</p>
<p><a href="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/10/murai4.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-76" title="murai4" src="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/10/murai4.jpg?w=77&#038;h=92" alt="" width="77" height="92" /></a>Si Om ini punya sepasang burung pejantan dan betina yang sudah  dipeliharanya sejak beberapa tahun yang lalu. Dia sungguh telaten  memelihara BURUNG-nya, dengan memandikan, memberi makan dan menjemurnya  di terik matahari. Bahkan si Om ini suka ikut kontes BURUNG berkicau di  kotaku, yang sekalipun tidak pernah menang namun si OM bangga karena  burungnya bisa bersanding dengan burung-burung lainnya. Kontes BURUNG  memang sering diadakan di kotaku, Para Pejabat pun sudah ketularan virus  kicau burung ini sehingga mereka sering mensponsori bahkan menjadi  penyelenggara kontes BURUNG ini. Aku sendiri heran dan tak habis pikir  kenapa orang-orang ini rela menyiksa burung-burung tersebut, sampai  mengurung mereka dalam sangkar hanya untuk mengadu kenyaringan  kicauannya.. Bukankah lebih baik kalau membiarkan mereka terbang bebas  dan mendengarkan kicauan alami mereka, membiarkan mereka hinggap di  dahan dan pucuk pepohonan..????</p>
<p><a href="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/10/murai3.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-77" title="murai3" src="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/10/murai3.jpg?w=166&#038;h=139" alt="" width="166" height="139" /></a>Si Om sudah beberapa kali kehilangan Burungnya. Pertama sekali BURUNG  pejantan si OM terbang sewaktu dia memandikan si BURUNG dan ternyata si  OM lupa nutup pintu sangkarnya sehingga si BURUNG terbang dengan  bebasnya sambil berkat “YESSS, Akhirnya bisa terbang lagi…”. Padahal si  OM sudah memelihara BURUNG ini kurang lebih 2 tahun, sehingga si OM  kelihatan lebih sayang BURUNGnya dari pada anak-anaknya karena hampir  setiap waktu dia selalu bercengkerama dengan burungnya. Si OM sangat  sedih waktu tahu BURUNGnya tidak ada lagi, bahkan dia tidak cakapan  dengan istrinya selama dua hari (hanya gara-gara BURUNGnya lepas)…  Ternyata BURUNG si OM membawa dampak terhadap hubungan suami istri…</p>
<p>Setelah  BURUNG pertama lepas, esok harinya si OM beli BURUNG yang baru lagi.  Tapi baru 1 bulan di beli, BURUNGnya sudah lepas lagi. Kali ini bukan  lewat pintu sangkar tetapi melewati celah antara jeruji di lantai  sangkarnya (ternyata burung ini semakin pintar mencari jalan keluar,  punya ilmu nyungsep kali ya). Tapi karena hobi dan cintanya akan BURUNG,  si OM tak pernah berhenti mencari BURUNG. Dia tak pernah puas hanya  memiliki satu BURUNG, dia selalu berusaha mencari BURUNG lainnya agar  BURUNG kepunyaannya bisa bertambah. Akhirnya si OM membeli satu lagi  BURUNG pejantan.. Namun, dua hari yang lalu, burung betina si OM hilang.  Bukan terbang atau nyungsep lagi, tapi ini murni diambil (tepatnya  dicuri) orang berikut sangkarnya. Pagi-pagi waktu si OM terbangun, dia  sudah sibuk mencari-cari sangkar BURUNG betinanya. Ternyata orang  sekarang bukan hanya suka BURUNG tapi juga doyan sama SANGKARnya. Inilah  akibatnya karena si OM lebih menyayangi BURUNG pejantannya sehingga dia  hanya memasukkan BURUNG jantan tersebut ke dalam (rumah) sementara sang  betina dibiarkan di luar, akhirnya si betina dan SANGKARnya raib  diambil orang. Dari balik jendela kamarku (karena tidak mau mengganggu  ritual kesedihan si OM), Ku lihat si OM hanya terpekur lemas dengan mata  memerah memandangi tempat gantungan sangkar BURUNG betinanya. Yang  Malang si OM atau BURUNGnya ya?<a href="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/10/murai2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-78" title="murai2" src="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/10/murai2.jpg?w=248&#038;h=203" alt="" width="248" height="203" /></a></p>
<p>Dari cerita tentang burung tersebut di atas, aku menarik kesimpulan bahwa:</p>
<p>1. Burung Berkicau merdu suaranya</p>
<p>2. Burung goreng enak dimakan</p>
<p>3. Burung dalam sangkar ingin cepat-cepat keluar</p>
<p>2. Burung di luar ingin cepat-cepat dimasukkan ke dalam (sangkar)</p>
<p>4. Burung bersayap ingin terbang bebas.</p>
<p>5. Burung tak bersayap berbahaya tapi banyak di cari orang</p>
<p>Oleh sebab itu, mari kita kembalikan burung-burung ke alam bebas.  Biarkan mereka terbang bebas mengepakkan sayap di udara, kalau perlu  burung-burung punya orang lain yang sudah ditangkap dan dimasukkan dalam  sangkarpun dilepas saja (tapi resiko tanggung sendiri ya)…</p>
<p>Salam Burung…</p>
<p>(Sumber foto: Google Search)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gheajava.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gheajava.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gheajava.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gheajava.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gheajava.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gheajava.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gheajava.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gheajava.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gheajava.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gheajava.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gheajava.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gheajava.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gheajava.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gheajava.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gheajava.wordpress.com&amp;blog=4421683&amp;post=72&amp;subd=gheajava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gheajava.wordpress.com/2010/10/27/om-burungnya-dikeluarin-dong-kisah-burung-omku-sayang-burung-omku-malang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afcea99cacba8baf358dfc9cbeeb2c42?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gheajava</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/10/murai4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">murai4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/10/murai3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">murai3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/10/murai2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">murai2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AKU PRODUK ABORSI GAGAL IBUKU</title>
		<link>http://gheajava.wordpress.com/2010/08/02/aku-produk-aborsi-ibuku-akibat-kemiskinan/</link>
		<comments>http://gheajava.wordpress.com/2010/08/02/aku-produk-aborsi-ibuku-akibat-kemiskinan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 11:59:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yafaowoloo Gea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Aborsi]]></category>
		<category><![CDATA[Ibuku]]></category>
		<category><![CDATA[Kaki Cacat]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[Menggugurkan Kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemulihan Jati Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Nias]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gheajava.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Namaku Doni, aku terlahir dari sebuah keluarga besar di salah satu desa terpencil di ujung utara Pulau Nias yang terkenal dengan pasir berbisiknya…. Aku adalah anak kedelapan dari 10 orang bersaudara dalam sebuah keluarga petani miskin yang hanya menggantungkan kehidupannya dari menyadap karet yang apabila musim penghujan datang harus mengganjal perut dengan singkong dan pisang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gheajava.wordpress.com&amp;blog=4421683&amp;post=41&amp;subd=gheajava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/pict1996.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-42" title="Digital Image" src="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/pict1996.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Namaku Doni, aku terlahir dari sebuah keluarga besar di salah satu desa  terpencil di ujung utara Pulau Nias yang terkenal dengan pasir  berbisiknya….</p>
<p>Aku adalah anak kedelapan dari 10 orang bersaudara dalam sebuah keluarga  petani miskin yang hanya menggantungkan kehidupannya dari menyadap  karet yang apabila musim penghujan datang harus mengganjal perut dengan  singkong dan pisang rebus karena hujan telah mengguyur karet yang  menjadi tumpuan harapan kami untuk membeli beberapa kilogram beras dan  lauk yang hanya bisa bertahan selama beberapa hari, itupun dengan porsi  kecil yang dijatah karena berbagi dengan saudara-saudara saya serta  harus berhemat untuk makanan esok hari.</p>
<p>Aku dan keluargaku tinggal dalam sebuah istana (yang tidak mewah)  berukuran  8×5 meter, berdinding terpas, berlantai tanah liat dan  beratap rumbia yang disekat menjadi tiga ruangan. Ruangan depan  merupakan ruang serba guna yang pada siang hari berfungsi sebagai ruang  tamu, ruang belajar, serta ruang bermain dan pada malam hari beralih  fungsi sebagai tempat membaringkan tubuh-tubuh dewasa yang ringkih di  atas papan-papan kasar yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat  mencegah agar tubuh kami tidak bersentuhan langsung dengan tanah.</p>
<p>Ruang tengah merupakan tempat tidur ayah ibu beserta anak-anaknya yang  masih kecil yang juga berfungsi sebagai gudang barang-barang kami yang  bergelantungan di dinding terpas bak kelelawar serta juga sebagai tempat  proses pembuatan anak apabila anak-anak kecil di samping mereka sudah  tertidur pulas.</p>
<p>Sementara ruang belakang yang sudah hitam pekat terkena asap kayu bakar  berfungsi sebagai dapur dan juga gudang kayu bakar serta tempat  penyimpanan SEMBAKO yang tak pernah mencapai sembilan jenis.</p>
<p>Itulah sekilas tentang keluargaku beserta gubuk terpas yang merupakan   istana masa kecil kami…</p>
<p><a href="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/gaya-loe21781.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-51" title="Gaya Loe2178" src="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/gaya-loe21781.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Sementara aku, terlahir ke dunia ini tidak seperti saudara-saudaraku  lainnya yang memiliki tubuh yang sehat dan sempurna. Aku terlahir dengan  badan kurus, tanpa telapak kaki serta jari tangan kiri yang setengah  dari panjang jari-jari tangan kananku.<br />
Aku tidak pernah bermimpi akan dilahirkan dengan kondisi cacat seperti  ini, tapi aku selalu bersyukur karena diberi kesempatan oleh Tuhan untuk  menghirup udara dunia ini serta memaknai setiap jalan kehidupanku  sehingga dapat menjadi kesaksian bagi setiap orang.</p>
<p>Aku tidak pernah bermimpi akan dilahirkan dengan kondisi cacat seperti ini, tapi aku selalu bersyukur karena diberi kesempatan oleh Tuhan untuk menghirup udara dunia ini serta memaknai setiap jalan kehidupanku sehingga dapat menjadi kesaksian bagi setiap orang.</p>
<p>Aku juga tidak menyalahkan ibuku yang dahulu (tidak) mengharapkan diriku  untuk menjejakkan telapak kaki yang tak sempurna ini ke muka bumi  akibat dari kemiskinan dan kesusahannya mengurus saudara-saudaraku yang  sudah 7 orang. Aku juga tidak menyalahkan ayahku yang akibat hawa dingin  dan gelapnya malam telah menanamkan benihnya ke rahim ibuku yang  menyebabkan perut ibuku membesar seperti orang yang terkena busung  lapar… aku juga tidak menyalahkan kampungku yang terpencil yang masih  belum dialiri listrik dan jauh dari hingar-bingar sehingga tidak ada  satupun hiburan ditemukan di sana yang mengakibatkan tidak adanya jeda  dan penghalang bagi kedua orang tuaku untuk mencegah diriku lahir ke  dunia ini. Aktivitas orang tuaku hanyalah bangun tidur – ke ladang –  tidur – (dan) bangun (lagi), yang sudah dilakoni puluhan bahkan ratusan  tahun sejak masa kakek buyutku. Satu-satunya hiburan bagi mereka adalah  saat mereka saling mendekap dan merasakan kehangatan tubuh  masing-masing, saling meraba dan berbisik-bisik dalam gelapnya malam dan  berusaha sebisa mungkin untuk tidak membuat kebisingan yang bisa  membangunkan anak-anak kecil disebelah mereka. Hanyalah dengusan nafas  mereka saja yang kadang terdengar memacu dan terengah-engah bersaing  dengan suara jangkrik dan kodok dari kejauhan yang memecah keheningan  malam mengalahkan keindahan musik klasik Mozart yang mengiringi  pasangan-pasangan yang sedang asyik bercinta di hotel-hotel mewah di  luar sana.</p>
<p>Tapi, ini bukanlah cerita tentang bagaimana kedua orang tuaku menikmati  hiburan malam mereka. Ini adalah cerita tentang aku yang harus berjuang  melawan cercaan dan ejekan teman-teman masa kecilku, atau pandangan  sinis maupun iba dari orang-orang di sekelilingku. Ini adalah cerita  tentang bagaimana aku harus melewati masa-masa sulit dalam memulihkan  jati diriku serta melepaskan pengampunan kepada ibuku atas usahanya yang  gagal dalam meng-aborsiku sehingga membuat diriku terlahir cacat  seperti ini! Ini adalah cerita bagaimana aku harus berjuang menggapai  impianku untuk bisa menyelesaikan studiku serta bisa sampai ke Pulau  Jawa melihat Tugu Monas, Candi Prambanan, Pantai Parangtritis, dan  Keraton Sultan di Yogyakarta…</p>
<p>Jujur saja, sebagai seorang manusia biasa sangatlah berat rasanya untuk  bisa menerima kenyataan dan berdamai dengan diri sendiri serta melewati  masa-masa sulit seperti itu. Namun, jika Tuhan yang menghendaki aku  lahir ke dunia dengan ketidaksempurna ini sampai Dia tidak mengizinkan  ibu menggugurkaku, aku percaya bahwa Dia punya rencana yang indah  dibalik semua itu. Dia pasti sudah merancang rencana yang ajaib dalam  kehidupanku.</p>
<p><a href="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/gaya-loe21851.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-52" title="Gaya Loe2185" src="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/gaya-loe21851.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Masa kecilku kulewati dengan keprihatinan karena harus berbagi dengan  kesepuluh saudaraku yang telah dididik untuk bisa hidup mandiri tanpa  harus bergantung kepada orang lain. Sekalipun kedua orang tuaku tidak  pernah mengenyam pendidikan formal, namun pesan-pesan moral  dari mereka sungguh berharga dan bermakna melebihi dari materi kuliah  yang diajarkan oleh dosen-dosen yang berpendidikan S3 di kampusku. <!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><br />
Kedua orang tuaku sebenarnya sudah pasrah melihat kondisiku, dalam benak  mereka sudah muncul kekuatiran bahwa aku akan menjadi orang yang cacat  yang tidak akan bisa berjalan dan akan menjadi penunggu rumah sepanjang  sisa hidupku. Namun kekuatiran mereka itu beralih menjadi segurat  senyuman tatkala melihatku yang telah berumur 2 tahun mulai berjalan  tertatih-tatih sekalipun hanya kaki tanpa telapak yang menjejak tanah.</p>
<p>Masa-masaku di Sekolah Dasar kulalui dengan peperangan batin karena  harus menghadapi ejekan dari teman-teman sekelasku yang menganggap aku  adalah manusia aneh, menakutkan dan tidak pantas dijadikan teman. Mereka  bahkan pernah meludahi dan menyiramkan air bekas minumannya ke wajahku  saking bencinya mereka melihatku. Aku tidak bisa membalas mereka pada  saat itu, hanya tumpahan air mata saja yang setia menggenangi pipiku  apabila mereka berulah seperti itu.  Hanya Rina teman setiaku, seorang  gadis kecil yang senantiasa menghibur dikala yang lain  bertindak jahat  atasku. Dia selalu menyeka air mataku dan memarahi mereka yang usil  kepadaku. Namun, kebersamaanku dengan Rina hanyalah sampai kelas empat  saja karena dia harus ikut pamannya ke Jakarta untuk melanjutkan  pendidikannya di sana. Dia tidak pernah memberiku kabar sejak perpisahan  itu. Tapi sekalipun dia tlah jauh,  kebaikannya selalu  melekat di hati dan takkan terlupakan hingga akhir hayatku. Untung saja,  sekolahku hanya berjarak 200 meter dari rumah sehingga aku tidak  berlama-lama menerima hinaan dan ejekan dari anak-anak seusiaku di  sekolah karena bisa langsung pulang ke rumah lebih cepat.</p>
<p>Akibat kondisi kakiku yang tidak sempurna, aku tidak bisa menggunakan  sepatu. Pernah mencoba belajar dengan menggunakan sepatu butut abangku,  tapi tidak berhasil karena di saat aku mengangkat kakiku untuk  melangkah, sepatunya tertinggal di belakang dan kaki tanpa telapakku  melompat keluar kembali menginjak tanah. Akhirnya ku menyerah dan  memutuskan untuk tidak akan memakai sepatu lagi. Hingga kelas 1 SMA aku  tetap ke sekolah seperti tanpa alas kaki.</p>
<p>Masa SMP adalah masa tersulit bagiku, aku harus berjuang lebih keras  lagi menghadapi lingkungan dan orang-orang baru, dan juga berjuang  berjalan kaki ke sekolah dengan jarak tempuh sejauh 2 kilometer. Namun  semangatku untuk bisa mengenyam pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi  telah menjadi cambuk bagiku untuk mengalahkan semua tantangan-tantangan  itu. Di masa SMP juga aku pertama sekali mengetahui penyebab kecacatan  kakiku, berawal dari perbincangan ayah dan ibuku di dapur rumahku di  hari minggu pagi ketika kami semua anak-anak pergi ke gereja itu  sementara Ayah dan ibuku tinggal di rumah karena mereka akan ikut ibadah  gelombang kedua khusus untuk orang tua pada siang harinya. Kebetulan  pada pagi itu aku ketinggalan buku laporan ibadah dan Alkitab di rumah  dan aku hendak mengambilnya. Mereka tidak menyadari kedatanganku,  berhubung aku mendengar mereka menceritakan tentang aku, maka aku  berusaha mencuri dengar tentang pembicaraan mereka. Hatiku bergemuruh  mau meledak pada saat aku mendengar ibuku mengatakan kepada ayahku bahwa  betapa menyesalnya dia telah menggunakan berbagai cara untuk  menggugurkan aku waktu aku di dalam kandungan sampai-sampai dia pernah  sengaja menjatuhkan diri, meminum “tuo nifarö” (tuak kelapa suling khas  Nias yang kadar alkoholnya mencapai 80%) hanya untuk satu tujuan yaitu  menggugurkan aku. Dunia serasa berputar saat itu, air mata langsung  membanjiri pipiku, perasaanku bercampur aduk antara marah, sedih dan  benci kepada ibuku. Aku berusaha lari sejauh-jauhnya dari rumah dengan  Alkitab dan buku laporan ibadah dalam genggamanku, aku tidak sadar lagi  bahwa kakiku tidak memungkinkan untuk berlari. Tapi saat itu aku tidak  merasakan apapun pada kakiku, yang ada hanyalah kemarahan dan dendam  atas tindakan ibuku kepadaku waktu dalam kandungan. Setelah capek  berlari, akhirnya aku berhenti di pematang sawah dan telentang di atas  tanah sambil menangis sesenggukan. Aku kecewa dan sangat marah kepada  ibuku. Aku menyalahkannya atas apa yang telah terjadi kepadaku. Aku  pasti tidak akan menjadi cacat seperti ini dan jadi bahan ejekan orang  bila ibuku tidak bertindak bodoh seperti itu. Aku menangis terus sampai  tak sadar bahwa aku tertidur, setelah sekian lama terlelap, aku  terbangun dan merenungi hal yang baru saja terjadi. Alkitab yang kubawa  tadi masih berada di sampingku, secara tidak sadar tanganku bergerak  mengambil dan membaca Alkitab tersebut. Tiba-tiba mataku tertuju pada  injil Lukas 17:4 yang berbunyi “<em>Bahkan jikalau ia berbuat </em><strong><em>dosa</em></strong><em> terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu  dan berkata: Aku menyesal, engkau harus </em><strong><em>mengampuni</em></strong><em> dia</em>”, aku tersentak ketika membaca ayat tersebut dan suatu suara  yang mengiang-ngiang di telingaku berkata “Ampuni…Ampuni..”. Aku  langsung bergegas pulang dan segera mencari ibuku. Untung saja mereka  masih belum berangkat ke gereja. Aku langsung memeluk ibuku dan  menangis. Ibuku terheran dan bertanya tentang sikapku yang tidak lazim  itu, tapi aku terus memeluknya dan menangis semakin keras. Setelah  beberapa saat, sambil sesenggukkan aku bercerita bahwa aku telah  mendengarkan pembicaraan ibu dengan ayah tentang bagaimana ibu telah  berusaha menggugurkanku waktu masih di kandungan. Aku juga langsung  berkata bahwa aku tidak menyalahkan ibu dan telah melepaskan pengampunan  atasnya. Tangis ibuku langsung pecah dan meminta maaf kepadaku. Dia  berkata bahwa hal itu dulu dilakkukannya karena ketidak sanggupannya  melihatku menderita apabila terlahir ke dunia karena beban ekonomi yang  semakin berat. Ayahku ikut menangis menyaksikan kami berdua. Akhirnya  kami dipulihkan pada saat itu, ayah membawa kami dalam doa dan meminta  pengampunan kepada Tuhan.</p>
<p>Cerita yang miris juga waktu aku SMP adalah waktu adanya program  pengaspalan jalan ke kampung kami. Karena terbiasa ke sekolah tanpa alas  kaki, sepulang sekolah pada siang hari jalan yang baru di aspal sangat  menyiksa dan sering membuat aku meringis kesakitan. Bahkan suatu ketika  aku tidak menyadari bahwa aspalnya masih belum keras, sehingga dengan  santainya aku menjejakkan telapak sepertigaku ke atasnya. Kakiku  langsung lengket di aspal tersebut dan saat kuangkat, sebagian kulit di  kakiku tertinggal di aspal tersebut. Akhirnya dengan menahan kesakitan  aku harus melanjutkan perjalanan yang 1,5 kilometer lagi ke rumahku.  Namun itu semua tidak pernah membuat semangatku surut sedikitpun.  Sekalipun dengan kekurangan fisik dan kemiskinan keluargaku, aku masih  tetap bisa mempertahankan prestasiku di sekolah dengan tetap memborong  juara 1 setiap pembagian raport. Tuhan itu sungguh baik bagiku!</p>
<p>Pertama sekali mengenal memakai sepatu, adalah waktu aku kelas 2 SMU.  Pada masa SMU aku tinggal di sebuah panti asuhan di kota Gunungsitoli  berhubung karena orang tuaku tidak sanggup lagi membiayai sekolahku dan  kebetulan ada pengurus panti asuhan yang melihatku waktu berkunjung ke  kampungku. Tuhan telah menggerakkan hatinya untuk membantuku melanjutkan  sekolah ke SMU. Waktu kelas satu SMU aku tidak memakai sepatu dan aku  tidak merasa minder lagi karena Tuhan telah membantuk aku menjadi orang  yang percaya diri dan selalu mensyukuri semua yang diberikan tuhan  selama ini kepadaku. Proses ini terjadi selama bertahun-tahun dan puji  Tuhan, Dia bisa memulihkan jati diriku. Waktu kelas 2 SMU ada seorang  tamu di panti asuhan kami yang secara tidak sengaja melihat kakiku dan  dia membujukku untuk memakai sepatu bahkan dia bela-belain untuk  membelikan sebuah sepatu untukku, agar aku mau memakai sepatu. Akhirnya  aku bisa memakai sepatu dengan melilitkan segulung kain di kakiku untuk  menahan sepatu agar tidak terlepas sekalipun perjuangan untuk belajar  pada awalnya sangatlah berat karena kakiku sering lecet dan aku sering  merasakan kesakitan. Bahkan pada awalnya aku harus dituntun oleh dua  orang teman untuk belajar berjalan. Dan ternyata di umurku yang ketujuh  belas aku baru merasakan bagaimana enaknya memakai sepatu, sekalipun  sepatunya untuk ukuran anak SMP, tapi aku sangat bersyukur untuk itu.</p>
<p>Setamat SMU, aku harus menganggur selama dua tahun sampai ada seorang  dermawan dari Singapura yang bersedia membiayai kuliahku. Selama dua  tahun menganggur, aku bekerja di panti asuhan mulai dari menjadi tukang  masak dan mengurus anak-anak panti yang masih kecil-kecil. Semua itu  kujalani dengan sukacita dan tetap bersyukur kepada Tuhan karena dia  telah membawaku sampai ke tingkat ini dan aku percaya bahwa ini bukanlah  akhir dari semuanya.</p>
<p><a href="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/index2.jpeg"><img class="alignright size-full wp-image-65" title="index2" src="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/index2.jpeg?w=108&#038;h=119" alt="" width="108" height="119" /></a>Aku yakin bahwa Tuhan masih mempunyai rencana  panjang lainnya atasku. Dalam masa 2 tahun itu juga kupergunakan untuk  belajar musik piano secara otodidak yang ternyata mengantarkanku untuk  menjadi salah seorang pengiring musik di gereja. Ternyata Tuhan itu  sungguh luar biasa, Dia tidak pernah membiarkan aku terjatuh dalam  kelemahan dan kekuranganku. Bahkan Dia sanggup membukakan jalan bagiku  yang tidak pernah terpikirkan olehku sebelumnya. Aku bisa menyelesaikan  Sarjana Sastra Inggrisku dengan nilai yang memuaskan di salah satu  Universitas swasta terkemuka di Kota Medan. Selama kuliah, aku juga  mendapatkan beasiswa dari sebuah yayasan di bawah PGI yang memberikan  kesempatan padaku mengikuti pelatihan di Salatiga yang menghantarkanku  untuk bisa menjelajah sebagian Pulau Jawa dan bertemu teman-teman dari  seluruh Nusantara.</p>
<p>Saat ini aku juga telah bisa menggunakan sepatu sesuai ukuran yang  seumurku dan tidak lagi melilit kakiku dengan segulung kain karena aku  telah mendapatkan alat pengganti kain tersebut yang terbuat dari kulit  dan besi sehingga kakiku bisa terhindar dari lecet dan kesakitan.</p>
<p>“<em>Terinspirasi dari kisah perjuangan seorang sahabat yang sangat   gigih dalam menggapai impiannya, yang sanggup mengalami pemulihan jati   diri dan melepaskan pengampunan kepada ibunya yang telah berusaha   menggugurkannya sewaktu dalam kandungan</em>“</p>
<p>Baca juga tulisanku yang lainnya di <a href="http://www.kompasiana.com/java05_gheeyahoo.com">Kompasiana</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gheajava.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gheajava.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gheajava.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gheajava.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gheajava.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gheajava.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gheajava.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gheajava.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gheajava.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gheajava.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gheajava.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gheajava.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gheajava.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gheajava.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gheajava.wordpress.com&amp;blog=4421683&amp;post=41&amp;subd=gheajava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gheajava.wordpress.com/2010/08/02/aku-produk-aborsi-ibuku-akibat-kemiskinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afcea99cacba8baf358dfc9cbeeb2c42?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gheajava</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/pict1996.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Digital Image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/gaya-loe21781.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Gaya Loe2178</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/gaya-loe21851.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Gaya Loe2185</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/index2.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">index2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Lucu Dianggap Sebagai Perempuan Cerewet di Warnet</title>
		<link>http://gheajava.wordpress.com/2010/08/02/kisah-lucu-dianggap-sebagai-perempuan-cerewet-di-warnet/</link>
		<comments>http://gheajava.wordpress.com/2010/08/02/kisah-lucu-dianggap-sebagai-perempuan-cerewet-di-warnet/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 04:35:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yafaowoloo Gea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[cerewet]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Warnet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gheajava.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Sore itu di Warnet B di kotaku. Aku baru masuk hendak online, buka facebook dan main game poker seperti biasanya. Aku memilih duduk di bilik 10 di ujung yang kebetulan ada cewek cantik berbaju biru duduk di sebelah sambil buka-buka facebook juga. Asyik, ada cewek cantik yang bisa menjadi penghilang penat bila mataku capek menatap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gheajava.wordpress.com&amp;blog=4421683&amp;post=35&amp;subd=gheajava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/index.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-38" title="index" src="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/index.jpeg?w=111&#038;h=111" alt="" width="111" height="111" /></a>Sore itu di Warnet B di kotaku. Aku baru masuk hendak online, buka  facebook dan main game poker seperti biasanya. Aku memilih duduk di  bilik 10 di ujung yang kebetulan ada cewek cantik berbaju biru duduk di  sebelah sambil buka-buka facebook juga. Asyik, ada cewek cantik yang  bisa menjadi penghilang penat bila mataku capek menatap layer monitor  batinku. Tanpa basa-basi, kubuka laptopku dan menyambungkan kabel LAN  (kebetulan wireless di laptopku tidak berfungsi) sambil tak lupa juga  nge-charge biar laptopku bisa tetap jalan.</p>
<p>Tanpa peduli kiri kanan, mulai ku-klik Mozila Firefox dan mengetikkan  alamat situs Facebook di tab, akhirnya facebookku terbuka dan mulai aku  cek &amp; re-check status teman-temanku di FB sambil mulai membuka  permainan poker kesukaanku.</p>
<p>Tiba-tiba aku teringat janji untuk konfirmasi tentang pembelian  printer ke temanku. Aku langsung telpon dia sambil sesekali melirik  cewek yang di sebelahku beserta layar monitor yang ada di depannya. Aku  tidak tahu apa dia sadar atau tidak bahwa aku bisa mengawasi  aktifitasnya apalagi waktu dia mengetikkan “cara cepat mendapatkan  pacar” di google search. Dalam hati aku sempat membatin, kok cewek ini  sampe cari-cari keyword gitu ya, apa dia masih belum dapat pacar  sehingga dia sampai bertanya ke mbah google tentang hal itu (untung saja  dia bukan nanya ke mbah dukun, bisa berabe ntar ceritanya karena  bisa-bisa dia jadi korban mesum sang dukun).</p>
<p>Kembali ke cerita tentang keasyikkan diriku telponan ria dengan  temanku sambil sesekali me-reload page game pokerku yang lambat amat  karena mungkin koneksi saat itu lagi terganggu karena mbah google lagi  sibuk mencari wejangan untuk cepat mendapatkan pacar buat sicewek manis  berbaju biru di sebelahku.</p>
<p>Saking asyiknya aku telponan dan memang sang teman tersebut juga  asyik dan rada-rada gokil, akhirnya pembicaraan terus berlanjut hingga  tak nyadar ada yang merasa terganggu di sebelah. Tanpa sengaja, aku  melirik ke monitor cewek tersebut, dan ternyata….jantungku hampir copot  membaca statusnya yang diketikkan dalam bahasa Nias “cerewet x cowok ini  le so’aya…mane ndra alawe soya mbewe’ lo’i&#8217;ila na terganggu niha siso  bazingania…”, yang kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti  “Ya Tuhan, cerewetnya cowok ini minta ampun kayak perempuan saja, apa  dia tidak tahu kalau orang di sebelahnya terganggu…” OOpppsss, ternyata  dia menyindir diriku…(mungkin dia nggak menyadari bahwa aku dapat  membaca statusnya dengan mencuri-curi pandang (ala naif) ke layar  monitornya.</p>
<p>Akhirnya karena aku merasa geli sendiri tapi bukan karena tersinggung  atau nyadar dengan ulahku yang sedikit berisik. Aku melanjutkan  telponanku dengan sang teman sambil menyindir dia juga dengan  menceritakan ke temanku bahwa ulahku dibuat jadi status oleh orang di  sebelah. Temanku di seberang sana tertawa geli mendengarnya dan ku lihat  cewek tersebut ketawa-ketiwi sambil menutup mulutnya (mungkin malu dan  serba salah karena ulahnya kepergok) atau justru grogi karena ada cowo  manis yang duduk di sampingnya (heheheh, kalo ini sih cuma bumbu  kenarsisanku biar ceritanya makin asyik). Kulihat dia jadi gelisah dan  mungkin sudah mau kabur saja kalau sindiranku semakin berlanjut. Untung  saja dia masih beriman kuat dan pasang muka tembok walaupun sudah  kepergok samaku, dan untung saja aku juga cowok berhati baik yang tak  tega melihat cewek gelisah di sampingku sehingga sindiranku tidak  kuteruskan. Aku manyun-manyun saja melihat dia yang grogi bin gelisah.<br />
Akhirnya tidak lama setelah itu dia mematikan komputernya dan bergegas  untuk pulang. Aku sempat bertanya-tanya apa Mungkin karena dia sudah tak  kuat lagi berada di dekatku makanya dia langsung pergi. Saking  buru-burunya dia lupa mematikan bill-nya (meng-klik “Yes”). Tapi,  sebelum dia meninggalkan tempatnya, aku sempat bilang “terimakasih ya  udah buat status tentang aku”, Aku tidak tahu apa dia tidak dengar atau  pura-pura tidak dengar, yang ku tahu, dia langsung berlalu dan keluar  dari warnet tersebut.</p>
<p>Tapi sekilas kulihat dia matanya sesekali melirik ke arahku (apa dia  masih malu atau malah jadi tertarik alias jatuh hati sama aku ya??) Dia  langsung mengambil sepeda motorya dan langsung mengenakan helm yang  tidak berstandar SNI sambil menutupkan kaca pelindung mukanya. Yang  kutahu saat itu dia langsung melemparkan pandangan ke arahku yang duduk  sambil tersenyum manis sambil angguk-angguk geleng-geleng memandangi  ulahnya. Aku pikir dia mau langsung kabur, eh ternyata tidak, rupanya  dia masih mau membayar bill-nya. Mungkin saking tergesa-gesanya dia  memarkirkan sepeda motornya pas di tengah-tengah pintu masuk, dia  mungkin tidak nyadar lagi bahwa itu adalah akses keluar masuk kendaraan  yang lain. Untung saja tidak ada kendaraan yang masuk atau keluar saat  itu.</p>
<p>Akhirnya si cewek berlalu tanpa kata dan aku langsung mencari namanya  (yang juga sempat kulirik tadi di layar monitornya) di Facebookku dan  mengirimkan cerita ini ke kotak pesannya dengan harapan semoga dia lain  kali tidak ceroboh membuat statusnya di Facebook sehingga mencegahnya  untuk salah tingkah di samping pengguna sebelah..</p>
<p>Aku tidak tahu apakah aku bisa ketemu dia lagi, tapi kisah lucu ini  tak akan lepas dari ingatanku.. Aku hanya mencoba menambahkan dia  sebagai teman di facebookku, semoga dia mau meng-approvenya.</p>
<p>Beberapa hari kemudian, aku dapat pemberitahuan di facebookku bahwa  permintaan pertemananku dengan si cewek tersebut telah diterima dan juga  aku menerima pesan balasan darinya :</p>
<p><em>hi….’ </em></p>
<p><em>slm kenal buat u…cerita u bagus, smpai tmn2 q yg baca terkekeh’</em></p>
<p><em>q gk nyangka kl u nyusun crtax begitu lengkap. dugaan u bnr klo  saat itu q malu bgt smbl takut pas u tau q nyinggung u….utk itu 1x lg  maafin q y krn q da jdikan u seorg ira’alawe soya mbewe (Perempuan  cerewet –red). abs q kesal bgt sama pembicaraan u yg bgtu panjang dan gk  ad henti2x dr pas u datang…dan q slalu b’doa agr kjdian yg kyk gt gk  akn prnh t’jd lg d’hdp q. jg q pesankan ke u gar u jgn suka ngintip  gt…hahahaa..<br />
mksh y krn kjdian konyol tu dh u rangkai m’jd sebuah certa yg indah utk  d’bca… Jempol buat u..</em></p>
<p><em>c u…..</em></p>
<p><em>P</em></p>
<p>Hmmmm….., akhirnya dia membalas juga rupanya, padahal aku sudah  hampir melupakan kejadian tersebut. Selanjutnya, aku mau membalas apa  ya? Apakah ini bisa menjadi suatu pertanda akan hubungan yang intens ke  depannya??? Kita lihat saja bagaimana waktu mengaturnya…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gheajava.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gheajava.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gheajava.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gheajava.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gheajava.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gheajava.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gheajava.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gheajava.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gheajava.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gheajava.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gheajava.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gheajava.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gheajava.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gheajava.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gheajava.wordpress.com&amp;blog=4421683&amp;post=35&amp;subd=gheajava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gheajava.wordpress.com/2010/08/02/kisah-lucu-dianggap-sebagai-perempuan-cerewet-di-warnet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afcea99cacba8baf358dfc9cbeeb2c42?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gheajava</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/index.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">index</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kemarin Antara Ariel dan Peterporn, Hari Ini Bule Vs Indo.. Asli dan Bukan Rekayasa</title>
		<link>http://gheajava.wordpress.com/2010/08/02/kemarin-antara-ariel-dan-peterporn-hari-ini-bule-vs-indo-asli-dan-bukan-rekayasa/</link>
		<comments>http://gheajava.wordpress.com/2010/08/02/kemarin-antara-ariel-dan-peterporn-hari-ini-bule-vs-indo-asli-dan-bukan-rekayasa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 04:25:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yafaowoloo Gea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Ariel]]></category>
		<category><![CDATA[Bass]]></category>
		<category><![CDATA[Bule]]></category>
		<category><![CDATA[Kentut]]></category>
		<category><![CDATA[Peterporn]]></category>
		<category><![CDATA[tatoo]]></category>
		<category><![CDATA[Tenor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gheajava.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Hmmm, pasti kalau membaca judul di atas pasti semua pembaca langsung mikir tentang serial lanjutan yang pastinya lebih hot dari pada kasus video salah satu vokalis band dengan beberapa artis di negeri ini kan…????? Hayo ngaku….???? Jangan senyum-senyum saja karena sudah ketahuan belangnya…. Saya tidak menyalahkan kita yang memang sudah terprogram untuk selalu penasaran dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gheajava.wordpress.com&amp;blog=4421683&amp;post=22&amp;subd=gheajava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hmmm, pasti kalau membaca judul di atas  pasti  semua pembaca langsung mikir tentang serial lanjutan yang  pastinya lebih  hot dari pada kasus video salah satu vokalis band dengan  beberapa artis  di negeri ini kan…????? Hayo ngaku….???? Jangan  senyum-senyum saja  karena sudah ketahuan belangnya….</p>
<p>Saya tidak menyalahkan kita yang memang  sudah  terprogram untuk selalu penasaran dengan hal-hal yang seperti  ini.  Apalagi kasus tersebut di atas sempat membuat heboh dan menjadi  trending  topik di media massa dan berbagai jejaring sosial belakangan  ini….Tapi  biarlah mereka “<strong>katakan dengan indah</strong>”  kejadian yang “<strong>di atas  normal</strong>” ini, “<strong>tak  bisakah</strong>” kita menahan diri untuk tidak  membicarakan mereka  lagi…???. Semua “<strong>tentang kita</strong>” dan tentang  mereka akan  menjadi “<strong>masa lalu tertinggal</strong>” yang akan “<strong>tertinggalkan   waktu</strong>“. Toh pada akhirnya mereka akan “<strong>menghapus  jejak</strong>”  sendiri dan menjadi “<strong>mimpi yang sempurna</strong>”  bagi si aktor akibat “<strong>khayalan  tingkat tinggi</strong>“-nya. “<strong>mungkin  nanti</strong>” di saat dia tersadar,  kisah dan cerita tersebut akan “<strong>membebani</strong>“nya  dan tak akan ada  satupun yang mau perduli bahkan “<strong>langit pun  tak mendengar</strong>” suara  teriakannya… jadi “<strong>cobalah  mengerti</strong>” karena “<strong>tak ada yang  abadi</strong>” karena  itu hanya sebuah “<strong>kisah cinta</strong>“nya “<strong>yang  terdalam</strong>”  dan telah membuka “<strong>topeng</strong>“nya. Mari  kita ber”<strong>satu hati</strong>” untuk  tidak menghakimi mereka  yang sudah menuai sendiri apa yang “<strong>terbaik  dan terindah</strong>”  menurut mereka. Karena kita sebagai manusia biasa  takkan pernah lepas  dari kesalahan, jadi janganlah kita MENGHAKIMI agar  tidak dihakimi…</p>
<p><a href="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/images29.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-23" title="images29" src="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/images29.jpeg?w=114&#038;h=118" alt="" width="114" height="118" /></a>Bagi pembaca yang sempat kepikiran  dengan yang  saya tulis di atas……, MAAF anda salah duga, video yang anda  cari tidak  tersedia di sini…heheheh, tapi saya memang mau membahas  sedikit tentang  BULE vs INDO seperti bagian judul di atas agar pembaca  tidak kecewa…  Tapi ini bukan tentang “tato kupu-kupu/ lumba-lumba (mana  yang benar  ya?) ataupun tentang jam tangan berbentuk kotak milik si AP  dan cincin  di jari manis si CT… ini hanya soal “KENTUT” belaka……</p>
<p>Pasti ada yang heran dan bingung…dan tentunya  pasti akan timbul  pertanyaan : “<strong>ADA APA DENGANMU,</strong> koq jadinya ke   KENTUT…??? trus apa hubungannya dengan BULE vs INDO-nya????”</p>
<p>Menurut saya, fenomena  dorongan yang membuat setiap orang untuk  melakukan hal-hal tersebut di  atas hampir sama halnya dengan fenomena  orang yang mau kentut…. Tidak  percaya..??? Mari kita buktikan sendiri…</p>
<p><a href="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/images92.jpeg"><img class="alignright size-full wp-image-24" title="images92" src="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/images92.jpeg?w=133&#038;h=88" alt="" width="133" height="88" /></a>Biasanya, orang yang mau kentut atau sudah kebelet  kentut berusaha  mencari cara untuk melampiaskan keinginannya itu..  namun apabila berada  di muka umum atau di tempat keramaian  pastinya kita berusaha mencari  cara untuk menahannya agar tidak keluar  dan tidak  ketahuan…sampai-sampai muka memerah, duduk gelisah, posisi  badan miring  ke kiri dan ke kanan serta suka bergumam tak jelas…. Itulah  sebagian  gejala dan tanda-tanda orang yang mau kentut… (yang pernah  mengalami  ini pasti cuma senyum-senyum geli saja..)</p>
<p>Kita pasti baru merasa  nyaman apabila sudah menuntaskan hajat ini, sambil berharap  semoga tidak  ada yang mendengar waktu keluar bunyi yang mendenyit dan  tidak ada ada  yang mencium aroma petai atau daging rendang yang dimakan   semalam…hehehhe</p>
<p><a href="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/images81.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-26" title="images81" src="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/images81.jpeg?w=124&#038;h=96" alt="" width="124" height="96" /></a>Sama halnya dengan dorongan untuk  memuaskan  keinginan ragawi tadi, semua orang pasti berusaha untuk  melakukannya  secara sembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan orang dan  gejalanya hampir  sama dengan yang telah disebutkan di atas.. <a href="http://stat.kompasiana.com/files/2010/06/images42.jpeg"></a>Baru merasa tenang kalau  sudah  terlampiaskan.. Bagi pasangan yang sudah sah menikah sih tidak  masalah,  tapi bagi yang belum pasti ada menyimpan persaan was-was takut   ketahuan dan lebih parahnya takut digrebek hansip sampai di arak massa   keliling kampung… ini sih bagi yang tinggal di kampung, kalau yang   tinggal di kota (apalagi bagi para artis atau para pejabat yang moralnya   lupa diletak dimana) lebih gampang untuk menghindar… Palingan mereka   nyiapin amplop dengan sejumlah lembaran fulus di dalamnya ataupun   berkilah bahwa itu adalah hasil rekayasa teknologi dan seketika itu pula   mereka langsung menghilang untuk sementara dari ranah publik.. Tapi  jujur saya katakan bahwa berita heboh tentang kasus di atas akan sama  nasibnya seperti kentut karena lambat laun akan hilang dihembuskan  angin…Sekarang tinggal menunggu waktu saja.</p>
<p>Kembali ke cerita tentang  kentut tadi…  kita memang sering serba salah dengan keinginan yang satu  ini.. <a href="http://stat.kompasiana.com/files/2010/06/images102.jpeg"></a>Apalagi bagi budaya kita yang menganggap  bahwa kentut di muka umum  merupakan hal yang tabu dan tidak sopan,  sekalipun banyak orang yang  secara tidak sadar sudah melanggarnya  karena sudah kebelet dan tidak  tertahankan lagi… Akhirnya menjadi  dilema,,, “ditahan salah, dikeluarkan  lebih salah lagi”</p>
<p>Trus, apa hubungannya dengan BULE…???</p>
<p>Nah, berdasarkan pengalaman selama  beberapa tahun  kerja bareng dan bersama-sama mereka, ternyata mereka  menganggap bahwa  kentut di muka umum itu merupakan hal yang biasa saja  dan tidak perlu  ditahan-tahan karena itu bisa jadi penyakit kalau tidak  dikeluarkan..  Mungkin saja ini karena perbedaan budaya dan sudut  pandang antara budaya  barat mereka dengan adat ketimuran kita..</p>
<p><a href="http://stat.kompasiana.com/files/2010/06/images81.jpeg"></a><a href="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/images62.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-27" title="images62" src="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/images62.jpeg?w=118&#038;h=109" alt="" width="118" height="109" /></a>Jadi, itu kembali kepada  kita apakah mau  berusaha menahan sambil mengeluarkannya secara  sembunyi-sembunyi  sehingga sering timbul suara das-dus-des atau seperti  suara berdenyit  pintu terjepit yang mau ditutup dan mengakibatkan polusi  udara akibat  aroma yang tak sedap itu… Ataukah bebas mengeluarkannya  dengan suara  yang nyaring bagai suara mobil mogok tanpa meninggalkan  bau…???  Terserah pembaca deh mau pilih yang mana…heheh, yang penting  resiko  tanggung sendiri…</p>
<p>Sebuah kisah nyata yang menurut saya  lucu tentang  kentut ini…: <em> </em></p>
<p><em>Waktu  itu saya lagi ikut sebuah tim untuk evaluasi proyek salah satu NGO,  sebut saja NGO Sapi Dara (mengutip dari istilah yang dibuat oleh teman  saya, yang memang kebetulan logonya juga seperti itu) di Pulau Sumatera.  Kebetulan dalam tim ini ada si Miss X dan si Mister Y. Berhubung karena  proyek </em> <em>NGO Sapi Dara ini tersebar di pelosok-pelosok desa, akhirnya  kami mendapat giliran untuk mengunjungi proyek mereka yang berada di  areal perkebunan lokasi transmigrasi yang mayoritas penduduknya adalah  suku Jawa. Perjalanan ke sana memakan waktu sekitar 2 jam.</em></p>
<p><em> <a href="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/images42.jpeg"><img class="alignright size-full wp-image-31" title="images42" src="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/images42.jpeg?w=110&#038;h=105" alt="" width="110" height="105" /></a>Sesampainya di sana, kami disambut dengan sangat baik, santun  dan sopan (melambangkan budaya Jawa yang memang terkenal menjunjung  tinggi adat kesopanan). Singkat cerita, setelah selesai acara ini itu,  tibalah kami pada acara makan siang bersama para penerima manfaat dari  proyek tersebut bersama dengan para tokoh-tokoh desa di sana. Kami makan  dengan lahapnya karena di samping makanan yang disajikan sungguh  nikmat, rasa lapar juga sudah menyapa dari tadi sehingga setelah  dipersilahkan oleh tuan rumah kami langsung saja mulai memberi makan  cacing yang sudah dari tadi bermain keroncong.. Kebetulan waktu itu saya  duduk di sebelah Miss X dan saya lihat si Miss X juga makan dengan  lahapnya.. Lagi asyik-asyiknya menyantap hidangan, tiba-tiba terdengar  suara “brrrrrrrrtttttttt………”, lumayan panjang seperti kain yang terkoyak  tapi agak besar suaranya dan juga rada nge-bas. Sontak semua pandangan  mengarah ke saya dan Miss X dan saya langsung melirik si Miss X  yang ternyata ekspresinya biasa saja tanpa rasa bersalah sedikitpun  sambil terus melahap makanannya.. </em></p>
<p><em>Akhirnya  saya menjadi tersangka utama di sana karena saya yang sepertinya  kelihatan gelisah saat itu… Setelah acara makan selesai, saat  berbincang-bincang dengan dengan teman-teman bersama dengan para tokoh  dan beberapa penduduk di sana terpisah dari si Miss X. Setelah sedikit  basa-basi, saya langsung menyinggung suara yang rada nge-bas waktu makan  tadi, sambil meminta maaf atas keteledoran si Miss X tadi.. Salah satu  dari mereka nyelutuk ‘kirain tadi itu kamu lho mas”…sambil ketawa saya  bilang, “kalau itu tadi saya pasti suaranya tidak nge-Bas, pasti punya  saya bunyinya pakai nada Tenor kejepit karena sambil ditahan”…. Akhirnya  semua tertawa terbahak-bahak mendengarnya…</em></p>
<p><a href="http://stat.kompasiana.com/files/2010/06/images62.jpeg"></a><em>“TERNYATA  KENTUT BULE ITU NGE-BAS LHO” </em></p>
<p><em><a href="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/images32.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-29" title="images32" src="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/images32.jpeg?w=133&#038;h=98" alt="" width="133" height="98" /></a><br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gheajava.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gheajava.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gheajava.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gheajava.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gheajava.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gheajava.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gheajava.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gheajava.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gheajava.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gheajava.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gheajava.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gheajava.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gheajava.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gheajava.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gheajava.wordpress.com&amp;blog=4421683&amp;post=22&amp;subd=gheajava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gheajava.wordpress.com/2010/08/02/kemarin-antara-ariel-dan-peterporn-hari-ini-bule-vs-indo-asli-dan-bukan-rekayasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afcea99cacba8baf358dfc9cbeeb2c42?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gheajava</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/images29.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">images29</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/images92.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">images92</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/images81.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">images81</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/images62.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">images62</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/images42.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">images42</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/images32.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">images32</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pesona Wisata Pulau Asu (Bukan Pulau yang Banyak Anjing Ya)</title>
		<link>http://gheajava.wordpress.com/2010/08/02/pesona-wisata-pulau-asu-bukan-pulau-yang-banyak-anjing-ya/</link>
		<comments>http://gheajava.wordpress.com/2010/08/02/pesona-wisata-pulau-asu-bukan-pulau-yang-banyak-anjing-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 03:40:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yafaowoloo Gea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Gunungsitoli]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Liburan]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Pasir Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Asu]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Nias]]></category>
		<category><![CDATA[Sunset]]></category>
		<category><![CDATA[Surfing]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gheajava.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Kalau bicara tentang pulau Asu, pasti akan banyak yang langsung berpikir tentang anjing dan penyakit rabiesnya. Memang pikiran tersebut tidaklah salah karena dalam bahasa Jawa, Asu secara harafiah diartikan sebagai anjing, dalam bahasa daerahku di Nias Asu juga memang sebutan untuk binatang peliharaan ini. Namun kali ini saya bukan membahas tentang fauna atau penyakit rabies [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gheajava.wordpress.com&amp;blog=4421683&amp;post=12&amp;subd=gheajava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau bicara tentang pulau Asu, pasti akan banyak yang langsung berpikir  tentang anjing dan penyakit rabiesnya. Memang pikiran tersebut tidaklah  salah karena dalam bahasa Jawa, Asu secara harafiah diartikan sebagai  anjing, dalam bahasa daerahku di Nias Asu juga memang sebutan untuk  binatang peliharaan ini. Namun kali ini saya bukan membahas tentang  fauna atau penyakit rabies yang belakangan ini santer dibicarakan karena  saya memang bukan ahlinya di bidang itu. Yang mau saya bahas adalah  tentang pesona keindahan pulau kecil yang bernama pulau Asu yang  terletak di sebelah barat pulau Nias di ujung barat pulau Sumatera.</p>
<p>Waktu saya masih kecil, saya sering mendengar orang-orang disekitar saya  menyebutkan tentang pulau Asu dan waktu itu saya berpikir bahwa pulau  itu pasti dihuni oleh anjing-anjing liar sebangsa serigala dan pastinya  itu akan sangat menyeramkan. Setiap kali saya mendengar orang  menyebutnya, saya pasti akan langsung sembunyi dengan perasaan  ketakutan.</p>
<p>Namun, setelah kesana dan melihat langsung betapa indah pantainya yang  berpasir putih bak kemilau kulit putri keraton serta air lautnya yang  sangat jernih membiru yang menggurat lukisan sang pencipta, ketakutan  itu sirna seketika dan berganti dengan kekaguman yang tiada tara. Jujur  aku mengatakan bahwa aku langsung jatuh cinta pada saat pandangan  pertama kepada pulau ini…</p>
<p><a href="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/pict2375-300x225.jpg"><img class="size-full wp-image-13 alignright" title="pict2375-300x225" src="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/pict2375-300x225.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Aku bukan hanya jatuh cinta dengan pulau dan keindahan alamnya saja,  tetapi juga jatuh cinta dengan kenangan yang terjadi di sana karena di  sanalah bunga-bunga cinta bersemi dan bersambut dengan si dia yang kini  sering kupanggil SayQ sebagai panggilan sayangku padanya. Namun, kisah  asmara di pulau Asu tersebut akan saya bahas dalam cerita berikutnya.  Kali ini saya akan mengupas sedikit tentang keindahan pulaunya saja.  Saya harap para pembaca tidak kecewa karena kisah asmaranya tidak dimuat  di sini, tunggulah ceritanya di kisah-kisah saya berikutnya ya.</p>
<p>Dulunya pulau Asu ini sangat terpencil dan jarang sekali orang yang  mengenal dan datang ke sana. Namun setelah gempa yang meluluh-lantakkan  Nias pada bulan Maret tahun 2004 yang lalu, nama pulau Asu ini melambung  menjadi terkenal karena pulau ini menjadi pilihan favorit bagi para  pekerja sosial (khususnya para relawan asing) yang bekerja di NGO (LSM  asing) untuk menghabiskan liburan akhir pekannya.</p>
<p><a href="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/imgp2161-300x225.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-14" title="imgp2161-300x225" src="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/imgp2161-300x225.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Untuk bisa sampai ke Pulau Asu, dari kota Gunung Sitoli atau pelabuhan  udara Binaka bisa ditempuh selama 1,5-2 jam dengan menggunakan mobil  atau sepeda motor ke Sirombu, dan dari Sirombu kita bisa menyebrang ke  pulau Asu bisa dengan menggunakan kapal reguler ataupun speed boat yang  dapat ditemukan di sepanjang pantai yang disewakan oleh para penduduk  sekitar. Kalau menggunakan kapal regular, bisa memakan waktu sekitar 3-4  jam untuk sampai ke pulau Asu karena kapal tersebut akan membawa kita  singgah sebentar di pulau-pulau kecil di sekitar pulau Asu untuk  menurunkan penumpang. Sementara bila kita ingin cepat-cepat sampai ke  pulau Asu, kita bisa langsung menyebrang menggunakan speed boat yang  hanya memakan waktu sekitar 1 jam saja namun ongkosnya pastinya lebih  mahal dari kapal regular.</p>
<p>Pertama kali saya ke sana pada bulan Desember tahun 2007 bersama dengan  beberapa orang teman yang berasal dari Jerman, Albania dan Swiss. Satu  orang merupakan rekan kerja di sebuah NGO, sementara yang lainnya adalah  relawan dan para mahasiswa magang (termasuk di dalamnya si SayQ).  Kunjungan pertama tersebut merupakan suatu perjalanan yang sangat  menyenangkan dan takkan terlupakan karena didukung juga kisah asmara  yang bersemi di sana kala itu.</p>
<p>Saya masih ingat sambutan makan malam yang diberikan oleh mama Silvy  pemilik cottage yang kami tempati dengan menu udang Lobster yang baru  saja ditangkap oleh penduduk di sana pada sore harinya. Udang lobster  yang masih segar dan besar-besar yang membangkitkan selera makan dan  memaksa kami melahapnya sampai habis hingga kekenyangan dan bahkan ada  teman yang sudah hampir tak bisa bergerak lagi akibat kekenyangan karena  terjebak kenikmatan sang Lobster.</p>
<p>Sedikit informasi bahwa Pulau Asu ini merupakan pulau kecil yang luasnya  hanya kurang lebih 18 km2, yang berpenghuni tetap sekitar 30 kepala  keluarga saja.  Kita dapat berkeliling pulau ini hanya dalam beberapa  jam dengan jalan kaki saja saking kecilnya. Bila ke sana, jangan  berpikir bahwa akan menemukan kendaraan ataupun hotel dengan fasilitas  mewah, yang kita temukan hanyalah beberapa fasilitas berupa beberapa  komplek cottage sederhana saja dimana masing-masing komplek terdiri dari  5-6 unit rumah panggung, warung ataupun rumah makan yang menyediakan  makanan untuk para wisatawan serta tempat menyewa perahu untuk memancing  di tengah laut. Kebetulan pada kunjungan kami waktu itu kami menginap  di cottage milik mama Silvy yang merupakan salah satu pemilik cottage  dan rumah makan di sana. Orangnya sangat ramah, yang merupakan tipikal  orang Nias kebanyakan.</p>
<p><a href="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/imgp2168-300x225.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-15" title="imgp2168-300x225" src="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/imgp2168-300x225.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Tapi, sekalipun tempatnya sederhana dan jauh dari segala macam  kemewahan, kombinasi pemandangan pantai yang berpasir putih dan air laut  yang saja jernih bak lukisan, serta situasi yang tenang, nyaman, dan  keramahan warga setempat memiliki daya tarik tersendiri yang membuat  kita betah tinggal berlama-lama di pulau ini.</p>
<p>Di pulau ini, kita dapat melakukan berbagai aktivitas, mulai dari  berjemur di pantai, berenang, tracking keliling pulau, memancing, hingga  surfing. Kita juga dapat berjalan-jalan mengitari Pulau Asu dengan  berjalan kaki mengikuti garis pantai. Di sepanjang jalan kemungkinan  kita akan menemukan daun subang-subang (scaveola tacada), penduduk lokal  menyebutnya daun rafe-rafe. Daun ini termasuk sulit ditemukan di tempat  lain dan berfungsi sebagai obat anti diabetes. Ataupun kalau sudah  lelah jalan-jalan, kita bisa duduk-duduk di tepian pantai sembari  menikmati senja, saat matahari yang berada di ufuk barat secara perlahan  tenggelam ke dasar laut.</p>
<p><a href="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/imgp2167-300x2251.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-17" title="imgp2167-300x225" src="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/imgp2167-300x2251.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><em>Sebuah cerita lucu dari teman-teman relawan asing lain yang juga  pernah kesana, tentang kisah melihat matahari senja yang terbenam di  ufuk barat ini.  Karena penginapan berada di sisi pulau sebelah timur  yang berarti harus berjalan kaki ke sisi barat pulau untuk melihat  pendar matahari terbenam dengan menembus pepohonan dengan melewati jalan  setapak. Ceritanya ada teman mereka (sepasang kekasih yang dua-duanya  relawan asing) yang mungkin karena keasyikan menikmati romansa matahari  terbenam sehingga memisahkan diri dari rombongan dan tidak menyadari  bahwa malam sudah turun sehingga akhirnya mereka tersesat tidak tahu  jalan pulang dan terpaksa menginap di sana (mungkin di semak-semak atau  bisa juga di atas batu karang beralaskan kain sarung ala Surti Tejo  karena mereka tidak membawa persediaan apa-apa sebelumnya). Yang paling  tidak beruntungnya, mereka tidak membawa telpon seluler mereka sehingga  tidak bisa menghubungi dan dihubungi, atau bisa jadi mereka sudah punya  niat untuk tidak bisa diganggu kali ya…sehingga besoknya ketika mereka  pulang mereka membawa wajah yang pucat pasi karena menahan dingin  (mungkin mereka sudah kehabisan akal dan capek untuk cari kehangatan)  dan juga kulit yang penuh dengan bentol-bentol merah akibat  nyamuk-nyamuk nakal yang kelaparan yang ikut mencicipi darah yang bukan  perawan milik mereka. Mau bilang apalagi karena mereka sudah terlanjur  terbuai dalam pesona matahari senja sehingga lupa pulang……..</em></p>
<p><em><a href="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/09122007360-300x225.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-18" title="09122007360-300x225" src="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/09122007360-300x225.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></em>Di pantai pulau Asu ini kita dapat berjemur, berenang, menyelam, atau  hanya sekadar bermain-main saja. Air lautnya sangat jernih sehingga  sangat bagus untuk snorkeling atau diving. Di sana juga bisa ditemukan  terumbu karang yang penuh dengan spesies ikan yang unik, lucu dan  berwarna-warni, dan kalau kita beruntung kita dapat melihat penyu,  cumi-cumi, lobster dan bahkan segerombol lumba-lumba yang berenang  malu-malu di permukaan air. Sedangkan bagi yang suka berselancar, pantai  pantai sebelah barat yang berhadapan langsung dengan laut lepas  merupakan tempat yang tepat karena ombak di tempat ini bisa mencapai  ketinggian 3–8 meter, sehingga sangat bagus untuk berselancar. Namun  perlu diingat juga bahwa harus ekstra hati-hati, karena di beberapa  tempat pantai ini memiliki karang-karang yang tajam.</p>
<p>Sayang sekali kunjungan ke sana bersama si dia kala itu hanya sebentar  saja (dua hari satu malam) sehingga masih belum puas rasanya mengeksplor  pulau ini lebih dalam lagi. Ingin rasanya kembali ke sana dan menikmati  semua keindahan yang ada di sana, tapi sayangnya aku harus menunggu  sampai si SayQ datang karena saat ini dia masih sibuk menyelesaikan  thesisnya jauh di sana. Tidak asyik rasanya kalau hanya sendiri ke sana  tanpa si SayQ. Semoga thesismu cepat selesai SayQ sehingga kita bisa ke  sana lagi.Beberapa tips kalau ke Pulau Asu:<br />
1.	Persiapkan rencana, dana dan waktu liburan yang matang karena ke sana  tidak puas rasanya kalau hanya 1 atau 2 hari saja. Kalau bisa tinggal  satu bulan saja di sana biar lebih puas<br />
2.	Kalau mau melihat matahari terbenam bersama pasangan anda di sana,  tidak dianjurkan dengarkan lagu “Surti Tejo”, serta jangan lupa bawa  senter, telpon seluler serta pasang alarm agar ada yang mengingatkan  kalau sudah keasyikan menikmati sunsetnya.</p>
<p><a href="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/pict2376-300x225.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-19" title="pict2376-300x225" src="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/pict2376-300x225.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Beberapa tips kalau ke Pulau Asu:<br />
1.	Persiapkan rencana, dana dan waktu liburan yang matang karena ke sana  tidak puas rasanya kalau hanya 1 atau 2 hari saja. Kalau bisa tinggal  satu bulan saja di sana biar lebih puas<br />
2.	Kalau mau melihat matahari terbenam bersama pasangan anda di sana,  tidak dianjurkan dengarkan lagu “Surti Tejo”, serta jangan lupa bawa  senter, telpon seluler serta pasang alarm agar ada yang mengingatkan  kalau sudah keasyikan menikmati sunsetnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gheajava.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gheajava.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gheajava.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gheajava.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gheajava.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gheajava.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gheajava.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gheajava.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gheajava.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gheajava.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gheajava.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gheajava.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gheajava.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gheajava.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gheajava.wordpress.com&amp;blog=4421683&amp;post=12&amp;subd=gheajava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gheajava.wordpress.com/2010/08/02/pesona-wisata-pulau-asu-bukan-pulau-yang-banyak-anjing-ya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afcea99cacba8baf358dfc9cbeeb2c42?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gheajava</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/pict2375-300x225.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pict2375-300x225</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/imgp2161-300x225.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">imgp2161-300x225</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/imgp2168-300x225.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">imgp2168-300x225</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/imgp2167-300x2251.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">imgp2167-300x225</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/09122007360-300x225.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">09122007360-300x225</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gheajava.files.wordpress.com/2010/08/pict2376-300x225.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pict2376-300x225</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
